ILMU KUNCI KESUKSESN

RUKIYAH



RUKIYAH

Dari pengalaman saya meruqyah, ayat-ayat pembinasa jin ini sangat afdol (Insya Allah) untuk membunuh jin dengan membakar habis tubuh jin tersebut. Jin yang terkena “api ghoib” dari ayat-ayat ini akan berteriak-teriak menangis kepanasan dan menggelepar-gelepar seperti ayam yang disembelih lalu tidak beberapa lama kemudian tubuh yang disurupinya tenang dan manusia tersebut kembali sadar sepenuhnya.
Saya katakan “api ghoib” karena dialam jin tidak akan melihat bentuk api yang membakar tubuh mereka namun mereka merasakan hawa (energi) yang sangat panas yang datang bergelombang seperti ombak dilautan (dari tiap ayat yang dibaca) yang membakar tubuh mereka. Dimensi “api ghoib” dari ayat-ayat ruqyah pembinasa yang dibacakan  lebih halus dari dimensi alam manusia dan jin hingga kalangan jin tidak bisa melihat wujud api yang membakar mereka.
Saya sering bertanya puluhan kali pada jin (setiap penanganan kasus gangguan jin) ketika mereka menangis minta ampun karena kepanasan,”apa kalian melihat api yang membakar tubuh kalian?” Tiap jin yang saya tanya selalu dan selalu jin tersebut menjawab tidak melihatnya namun merasakan hawa yang sangat panas membakar tubuh mereka.
Ayat-ayat pembinasa jin adalah :
  1. Surat Al-Fatihah
  2. Ayat Kursi
  3. Al_baqarah 137
  4. Ali Imran 181
  5. An-Nisa 14
  6. Al-An’am 93
  7. Al-A’raf 117-120
  8. Al-Anfal 12-14
  9. Al-Anfal 17
  10. Al-Anfal 50
  11. At-taubah 26,35
  12. Yunus 88
  13. Hud 56,67,82-83
  14. An nahl 1
  15. Al-Israa’ 18,81
  16. Thaha 97
  17. Al Anbiya 11-15
  18. Saba 48-54
  19. Adz-Dzariyah 10-14
  20. Al-Qamar 19-21
  21. Al-Haaqqah 1-8
  22. An-Nazi’at 1-7,35
  23. Al-Buruj 10
  24. Al-‘Alaq 15-18

Pergunakanlah ayat-ayat pembinasa jin ini sebijaksana mungkin, dan ayat-ayat ini tidak digunakan untuk setiap kasus kesurupan jin , bacalah ayat-ayat diatas secara berurutan dan tiap ayat bisa diulang-ulang.
Ayat ini juga bisa dibacakan pada air caranya ialah dengan memasukkan sebagian tangan kita dalam air lalu setiap selesai satu surat kita hembuskan hawa dari mulut yang membaca ayat tersebut kedalam air (sebagian ludah kita masuk dalam air) lalu bisa disimburkan ketubuh pasien atau diminumkan, reaksi yang akan didapat sangat dahsyat sebab akan membuat jin tersebut sangat tersiksa hingga menggelepar-gelepar seperti disembelih, akan lebih sempurna jika dimasukkan dalam air itu 7 lembar daun bidara yang sudah dihaluskan dicampur dengan garam

Bacalah doa berikut sebelum pidato:
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.  NUR TAJALLI SIFATULLAH, SIFAT AKU KALAM ALLAH, TERANG HATIKU HAMBA ALLAH, SEPERTI MUHAMMAD RASULULLAH, BERKAT DOA LAILAHA ILALLAH, BERKAT MUHAMMADARRASULULLAH.

ILMU MENYATUKAN DIRI DENGAN TUHAN



ILMU MENYATUKAN DIRI DENGAN TUHAN
wongalus
Sudah terlalu sering kita bahas di banyak forum, termasuk di blog KWA bahwa untuk mengenal Tuhan seseorang harus terlebih dahulu mengenal dirinya. Maksudnya, untuk sampai kepada pengenalan terhadap Tuhan, haruslah terlebih dahulu dipahami dua hal. Pertama, ia harus terlebih dahulu mengenal asal mula akan kejadian dirinya sendiri, dari mana, di mana dan bagaimana ia dijadikan? Kedua, ia harus terlebih dahulu mengetahui apa sesuatu yang mula-mula dijadikan oleh Allah SWT. Kedua perkara di atas menjadi prasyarat kesempurnaan bagi para salik dalam mengenal Allah.
Kita paham, yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah Nur Muhammad SAW yang kemudiannya dari Nur Muhammad inilah Allah jadikan roh dan jasad alam semesta. Bermula dari Nur Muhammad inilah maka semua roh termasuk roh manusia diciptakan Allah sedangkan jasad manusia diciptakan mengikut jasad Nabi Adam as.
Karena itu, Nabi Muhammad Saw adalah ‘nenek moyang roh’ sedangkan Nabi Adam as adalah ‘nenek moyang jasad’. Hakikat dari penciptaan Adam as sendiri adalah berasal dari tanah, tanah berasal dari air, air berasal dari angin, angin berasal dari api, dan api itu sendiri berasal dari Nur Muhammad. Sehingga pada prinsipnya roh manusia diciptakan berasal dari Nur Muhammad dan jasad atau tubuh manusia pun hakikatnya berasal dari Nur Muhammad. Jadilah kemudian ‘cahaya di atas cahaya’ (QS. An-Nuur 35), di mana roh yang mengandung Nur Muhammad ditiupkan kepada jasad yang juga mengandung Nur Muhammad.
Bertemu dan meleburlah roh dan jasad yang berisikan Nur Muhammad ke dalam hakikat Nur Muhammad yang sebenarnya. Tersebab bersumber pada satu wujud dan nama yang sama, maka roh dan jasad tersebut haruslah disatukan dengan mesra menuju kepada pengenalan Yang Maha Mutlak, Zat Wajibul Wujud yang memberi cahaya kepada langit dan bumi, dan yang semula menciptakan, sebagaimana mesranya hubungan antara air dan tumbuhan, di mana ada air di situ ada tumbuhan, dan dengan airlah segala makhluk dihidupkan (QS. Al-Anbiya 30).
Pengenalan terhadap hakikat Nur Muhammad inilah maqam atau stasiun yang terakhir dari pencarian akan makrifah kepada Allah, Martabat Nur Muhammad inilah martabat yang paling tinggi, dan pengenalan akan Nur Muhammad inilah yang menjadikan ilmu menjadi sempurna.
Nur Muhammad mempunyai dua bentuk, yakni Nabi Muhammad yang dilahirkan dan menjadi cahaya rahmat bagi alam “tidaklah engkau diutus wahai (Muhammad Rasulullah Saw) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam” dan yang berbentuk Nur.
Nur Muhammad adalah cahaya semula yang melewati dari Nabi Adam ke nabi yang lain bahkan berlanjut kepada para imam maupun wali; cahaya melindungi mereka dari perbuatan dosa (maksum); dan mengaruniai mereka dengan pengetahuan tentang rahasia-rahasia Illahi. Allah telah menciptakan Nur Muhammad jauh sebelum diciptakan Adam as. Lalu, Allah menunjukkan kepada para malaikat dan makhluk lainnya, bahwa: “Inilah makhluk Allah yang paling mulia”. Oleh itu, harus dibedakan antara konsep Nur (Muhammad) sebagai manusia biasa (seorang Nabi) dan Nur Muhammad secara dimensi spiritual yang tidak dapat digambarkan dalam dimensi fisik dan realitas.
Nur Muhammad sebagai prinsip aktif di dalam semua pewahyuan dan inspirasi. Melalui Nur ini pengetahuan yang kudus itu diturunkan kepada semua nabi, tetapi hanya kepada Ruh Muhammad saja diberikan universal. Nur Muhammad memiliki banyak nama sebanyak aspek yang dimilikinya. Ia disebut ruh apabila dikaitkan dengan ketinggiannya. Tidak ada kekuasaan makhluk yang melebihinya, semuanya tunduk mengitarinya, karena ia kutub dari segenap ruh. Ia disebut al-Haqq al Makhluq bih, (al-Haqq sebagai alat pencipta), hanya Allah yang tahu hakikatnya secara pasti.
Dia disebut al-Qalam al-A’la (pena tertinggi) dan al-Aql al-Awal (akal pertama) karena wadah pengetahuan Tuhan terhadap alam maujud, dan Tuhanlah yang menuangkan sebagian pengetahuannya kepada makhluk. Adapun disebut al-Ruh al-Ilahi (ruh ketuhanan) karena ada kaitannya dengan ruh al-Quds (ruh Tuhan), al-Amin (ruh yang jujur) adalah karena ia adalah perbendaharaan ilmu tuhan dan dapat dipercayai-Nya. Oleh itu, tajalli al-Haq yang paling sempurna adalah Nur Muhammad. Nur Muhammad ini telah ada sejak sebelum alam ini ada, ia bersifat qadim lagi azali. Nur Muhammad itu berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi, yakni Adam, Nuh, Ibrahim, Musa hingga dalam bentuk nabi penutup (khatamun nabiyyin), Muhammad Saw.
Dalam teori martabat tujuh dipahami bahwa dunia manusia merupakan dunia perubahan dan pergantian, tidak ada sesuatu yang tetap di dalamnya. Segalanya akan selalu berubah, memudar, dan setelah itu akan mati. Oleh karena itulah, manusia ingin berusaha mengungkap hakikat dirinya agar dapat hidup kekal seperti Yang Menciptakannya. Untuk mengungkap hakikat dirinya, manusia memerlukan seperangkat pengetahuan batin yang hanya dapat dilihat dengan mata hati yang ada dalam sanubarinya.
Seperangkat pengetahuan yang dimaksud adalah ilmu ma‘rifatullah. Ilmu ma’rifatullah merupakan suatu pengetahuan yang dapat dijadikan pedoman bagi manusia untuk mengenal dan mengetahui Allah.
Ilmu ma‘rifatullah dipilah menjadi dua macam, yaitu ilmu makrifat transeden dan ilmu makrifat imanen. Tuhan menyatakan diri-Nya dalam Tujuh Martabat, yaitu martabat pertama disebut martabat tidak nyata dan martabat kedua sampai dengan martabat ketujuh disebut martabat martabat nyata, terinderawi. Yakni, martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Wahidiyyah (ke-’ada’-an asma yang meliputi hakikat realitas keesaan); Keempat, martabat Alam Arwah; martabat Alam Mitsal; martabat Alam Ajsam (alam benda); dan martabat Alam Insan.
Ketujuh proses perwujudan di atas, keberadaannya terjadi bukan melalui penciptaan, tetapi melalui emanasi (pancaran). Untuk itulah, antara martabat transenden atau martabat tidak nyata dengan martabat imanen atau martabat nyata secara lahiriah keduanya berbeda, tetapi pada hakikatnya keduanya sama.
Seorang Salik yang telah mengetahui kedua ilmu ma‘rifatullah, ia akan sampai pada tataran tertinggi, yaitu tataran rasa bersatunya manusia dengan Tuhan atau dikenal dengan sebutan Wahdatul-Wujûd. Hal tersebut dapat dianalogikan dengan air laut dan ombak. Air laut dan ombak secara lahiriah merupakan dua hal yang berbeda, tetapi pada hakikatnya ombak itu berasal dari air laut sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisah.
Maqam Nur Muhammad adalah maqam paling tinggi dari pencarian dan pendakian sufi menuju makrifah kepada Allah, tiada lagi maqam atau stasiun paling tinggi sesudah ini. Kesimpulannya, berbahagialah orang-orang yang dapat menyandingkan penyatuan sumber asal mula penciptaannya dalam satu harmoni, yakni Nur Muhammad, sebab ia berada pada satu kedudukan yang tinggi dan terbukanya segala hijab yang membatasinya.
Allah telah menciptakan Nur Muhammad dan Nur itu telah diwarisi melalui generasi nabi-nabi hingga ia sampai kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan turun kepada Nabi Muhammad Saw. “sesungguhnya yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah cahaya-ku (Nur Muhammad)”.
Sesungguhnya Allah menciptakan sebelum sesuatu, Nur Nabi-mu daripada Nur-Nya’. Maka jadilah Nur tersebut berkeliling dengan Qudrat-Nya sekira-kira yang dihendaki Allah. Padahal tiada pada waktu itu lagi sesuatu pun; tidak ada lauh mahfuzh, qalam, sorga, neraka, Malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin dan manusia; tiada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.
Dari nur inilah kemudian diciptakan-Nya qalam, lauh mahfuzh dan Arsy. Allah kemudian memerintahkan qalam untuk menulis, dan qalam bertanya, “Ya Allah, apa yang harus saya tulis?” Allah berfirman: “Tulislah La ilaha illallah Muhammad Rasulullah.” Atas perintah itu qalam berseru: “Oh, betapa sebuah nama yang indah dan agung Muhammad itu, bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang Suci, ya Allah.” Allah kemudian berkata, “Wahai qalam, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama kekasih-Ku, dari Nur-nya Aku menciptakan arsy, qalam dan lauh mahfuzh; kamu, juga diciptakan dari Nur-nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apa pun.”
Ketika Allah telah mengatakan kalimat tersebut, qalam itu terbelah dua karena takutnya akan Allah dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contohnya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang dan meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.
Berikut salah satu ilmu dalam khasanah budaya nusantara agar kita bisa menuju Nur Muhammad yang Agung tersebut. Baca, hapal, hayati, resapi dan amalkan dalam hidup sehari-hari:
===WAHAI SEDULURKU ADAM SUFI
BADANKU TIDUR ROHKU TERJAGA
GERAKKAN AKU NUR MUHAMMAD===
Silahkan diamalkan sesuai dengan kemampuan. Semoga kita akan sampai kepada NYA. Salam paseduluran. Rahayu…







Arsip untuk ‎ Tehnik Memasukkan Jin ke tubuh kategori




Arsip untuk ‎ Tehnik Memasukkan Jin ke tubuh kategori
a.     Puasa 3/7 hari
b. Wirid dibaca sesuai ketentuan, jika mau digunakan baca 3x menghadap kiblat.
c. Jika mau mengakhiri permainan baca takbir 3x dan kulumlah ibu jari
d. Jika mau main sebutkan pencak karomah siapa yang dikehendaki, contoh :
1. Nabi Ibrahim
2. Sayyidina Ali
3. Sahabat Affan dan Waliyullah lainnya
2. Amalan yang dibaca adalah sebagai berikut,
a. Hadiah Fatihah kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW 1 x
b. Hadiah Fatihah kepada Ruhi Sayyidina wa Maulana Sulthanil Auliyaa Syekh Abdul Qadir Jailani syaitul lillahumul fatihah 1 x
c. Amalan :
1. Yaa Allaahu Yaa Qadiimu 300 x
2. Istighfar 300 x
3. Shalawat Nabi 300 x
3. Jika mau main bacalah :
Yaa Allah saya minta karomahnya isim, Yaa Allah saya minta karomahnya Astaghfirullah, Yaa Allah saya minta karomahnya Sholawat, Yaa Allah saya minta karomahnya permainan, Yaa Allah saya minta karomahnya kekuatan, Yaa Allah saya minta karomahnya ketawadu’an, Yaa Allah saya minta karomahnya kadigdayaan, Yaa Allah Yaa Rasulullah saya minta agar yang saya minta berhasil, yang saya minta adalah pencaknya………………..(sebutkan siapa yang dikehendaki).cari yang mudah dulu seperti pencak harimau&taicihi.Sebaiknya ada pendamping.Karena bila full trance kita belum kuat bisa kesurupan akhirnya.bila berhadapan langsung dengan musuh tinggal niat.asal sering berlatih saja.tehnik ini bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan jin/tempat pusaka terpendam dsb




RAHASIA MENGELUARKAN JIN DALAM TUBUH MANUSIA

CARA MENGELUARKAN JIN DALAM TUBUH MANUSIA DENGAN METODE RUQYAH SYAR’IYAH DAN ILAHIAH BERDASARKAN ALQUR’AN & HADITS

1. Beragama Islam
2. Bersuci atau berwudhu
3. Shalat Sunnah hajat dan Shalat Sunnah Taubat 2 rakaat
4. setelah selesai shalat, pakailah sarung tangan untuk menghindari (agar tidak batal) ketika memegang pasien wanita
5. Lalu menuju kepasien dengan mengucapkan salam
6. Jika pasiennya wanita Muslim lalu pakaikan mukena (menutup aurat pasien tersebut)
7. Siapkan air putih, setelah dibacakan ayat dibawah ini air tersebut sebagian diminum, sebagian lagi dicampur untuk mandi
8. Bacakan al-Qur’an dengan ikhlas dan perlahan-lahan, diantaranya :
a. auudzubillaahi minasy-syaithoonirrojiim (9x)
b. Bismillaahirrohhmaanirrohiim (9x)
c. Asyhaaduanla Ilaaha Illallooh Wa Asyhaduanna Muhammadarosulullooh (3x)
d. Q.S. Al-Fatihah (3x)
e. Q.S. Al-Baqarah ayat 1-7 (3x)
f. Q.S. Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi) (3x)
g. Dua ayat terakhir Q.S. Al-Baqarah (3x)
h. Q.S. Al-A’raaf ayat 117-122 (1x)
i. Q.S. Yunus ayat 79-82 (1x)
j. Q.S. Thoha ayat 65-70 (1x)
k. Q.S. Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas (masing-masing 3x)
l. Tekan bagian punggung dan bagian bawah leher dekat kerongkongan serta tekan dekat mata kaki keatas, sambil membaca:
“AUUDZU BI’IZZATILLAHI WA QUDROTIHI MIN SYARRI MA AJIDU WA UHADZIRU (HR.MUSLIM) (9X)
9. Bacalah diulang-ulang sampai pasien ada tanda-tanda :
a. Muntah kadang tidak keluar muntahnya
b. Sendawa (seperti orang selesai makan)
c. Kentut

*Untuk jelasnya ayat tesebut di ambil dari surat al jin juz 29 :
“WA ANNA DHONANNA ALAN NU’JIZALLAHA FIL ARDHI WALAN NU’JIZA HU HAROBA”   (doa mengusir jin)


3 cara membuka MATA BATIN

LMU MEMBUKA MATA BATIN yg Ke-1……Lafal Doa Kunci nya adalah sbb:
ALLOHU WUJUDULLOH DZATULLOH SIFATULLOH SIRRULLAH KUNFAYAKUN.
dibaca 3x dengan 1xTahan Napas….Lalu Semadi dan Baca Lafal tsb DALAM HATI Sebanyak Banyaknya….

ILMU MEMBUKA MATA BATIN yg Ke-2……Lafal Doa Kunci nya adalah sbb:
SHIDIQUL GHUYUB BISIRRULLOH.
dibaca 11x dengan 1xTahan Napas…..Lalu Semadi dan Baca Lafal tsb DALAM HATI Sebanyak Banyaknya…….

ILMU MEMBUKA MATA BATIN yg Ke-3……Lafal Doa Kunci nya adalah sbb:
INNA QUWWATIH QUWWATAH KUNFAYAKUN YA GHOHB YA BATIN.
dibaca 11x dengan 1xTahan Napas….Lalu Semadi dan Baca Lafal tsb DALAM HATI Sebanyak Banyaknya…….

*KETERANGAN LEBIH LANJUT UTK KE-3 KEILMUAN:
Pada Saat Anda Semadi…..Fokuskan Pikiran Pada Hati Kita….Pada Rasa Kita…..yg Fokus Membaca lafal tsb (utk Lafal Harap di pilih salah Satu saja)….Dan kaidah kaidah Dalam Fokus membaca Lafal tsb Adalah:
1.Konsentrasi Pada Hati Kita ….Pada Rasa….Bukan Pada Mata Kita yg Terpejam.Hati atau Rasa HARUS MENUJU ALLOH…..Hati kita Membaca lafal tsb Sbg Jalan menuju Alloh dengan Konsentrasi……Meski keadaan di sekitar Kita Sangat Bising…..Karena Telingan pasti akan selalu mendengar…..tp Tetap saja Baca dalam Hati sebanyak banyaknya Lafal tsb….Jangan Pernah hiraukan telinga yg mendengar…..Tapi Fokus Pada Mata hati saat Mata Kita Terpejam.
2.Pada Pikiran Agar tidak ngelantur saat hati membaca Lafal tsb mk Memakai Kunci Sirr….atau sering di sebut Kunci makrifat atau di sebut visualisasi atau Bayangkan….
Utk Ilmu Membuka Mata Batin:
-Yang ke-1 :Kunci Sirr Pada Pikiran: Bayangkan Dan Rasakan Kita Menyatu dengan Alloh.
-Yang Ke-2 :kunci Sirr Pada Pikiran: Bayangkan Embun Alloh Membasuh Mata dan Matahati kita…Membersihkan sampai sebersih bersih nya….
-Yang ke-3 :Fokus pada Kata Ya Ghoib Ya Batin….Krn Ya Ghoib itu adalah Nama Alloh yg Maha Ghoib…sehingga yg Ghoib nantinya Akan terbuka…..krn Ya Batin juga Nama Alloh Al-Batinu yg Artinya Wahai Dzat Batin yg Mengandung Unsur Sirr atau Rahasia di dalamnya…..
3.JANGAN BERFOKUS PADA PENGHARAPAN PENGLIHATAN GHOIB…..TAPI BENAR BENAR PASRAH DAN IKHLAS KEPADA ALLOH…..JUSTRU AKAN SEMAKIN CEPAT MENUJU PENGLIHATAN GHAIB

*keterangan Tentang SASMITA…..
Segala Ilmu Itu Ada SASMITA nya Karena Sasmita Adalah Petunjuk Jika Mata Batin Anda sudah Terbuka…..Karena itulah….Dalam Setiap Keilmuan Dari saya SELALU MENGGUNAKAN TEKNIK SEMADI…..karena Cara itulah satu satunya Jalan Agar Kita Bisa Menangkap Sasmita….
SASMITA DARI TIAP TIAP ORANG BERBEDA….JUGA TIAP TIAP ILMU DARI 3 ILMU TSB JUGA AKAN MEMILIKI SASMITA YG BEDA.
DAN JIKA SAAT PERTAMA KALI ANDA MELIHAT PENGLIHATAN GAMBARAN SASMITA…..ULANGI SAMPAI SEMADI ESOKNYA……SAMPAI ADA SASMITA LAGI……..SETELAH ITU BARU DI TES ILMU TSB…..

CARA TES ILMU TSB (TES SETELAH DAPAT SASMITA)
*Utk Ilmu yg Ke-1: Pejamkan mata Baca 3x Tahan Napas….NIAT(Contoh:Niat Ingsun melihat keberadaan Si A)….lalU di baca sebanyak banyaknya dalam hati sampai Tembus….Biasanya Tidak lama juga pasti Tembus Penglihatan tsb.
*Utk Ilmu yg Ke-2: Pejamkan mata Baca 11xTahan napas….NIAT(contoh:Niat ingsun melihat Energi Ilmu Si A)….lalu di baca sebanyak banyaknya dalam hati sampai Tembus….Biasanya Tidak Lama Pasti akan tembus penglihatan tsb.
*Utk Ilmu yg Ke-3: Pejamkan mata Baca 11xTahan napas….NIAT(Contoh:Niat Ingsun Melihat Alam Jin)….lalu di baca sebanyak banyaknya dalam hati sampai Tembus……Biasanya Tidak lama pasti akan tembus Penglihatan tsb.
UTK MASING MASING ILMU TES NYA SAMA…..NIAT HARUS JELAS…..JADI NYATAKAN NIAT ANDA DENGAN KATA KATA….NIAT INGSUN……….TERSERAH DI ISI APA NIAT NYA
UTK NIAT…..BISA DILIHAT DI FUNGSI.

*FUNGSI Utk Masing masing Ilmu membuka mata batin
-Melihat Keberadaan Seseorang.
-Melihat Keberadaan Benda.
-Melihat Energi Keilmuan Seseorang.
-Melihat Energi suatu Amalan Ilmu yg Akan Di Amalkan.
-Milihat Alam Jin.
-Melihat tempat Meski keadaan yg Jauh….
-Meminta Gambaran Tentang Petunjuk Ghoib.
-Istikhoroh Goib…..biasa nya gambaran langsung Ada…..
-Munajat keilmuan Ghaib kepada Allah….Biasanya anda akan mendapat amalan Ilmu yg sesuai Niat anda
-Terbuka Rahasia Rahasia yg Tidak Kita Ketahuai…..
-SEMAKIN LAMA DAN PADAT ANDA MENGAMALKAN ILMU TSB….MAKA MATA BATIN JUGA MAKIN TAJAM….SEHINGGA MAKIN PEKA MENANGKAP GETARAN GHAIB.
-Dan lain lain sesuai Niat Anda yg Ada hubungan nya dengan Ilmu Ghaib.

Anjuran utk Tes Pertama Kali Sesudah Dapat Sasmita….Misal utk Ilmu Ke-2: Baca SHIDIQUL GHUYUB BISIRRULLOH 11xTahan Napas….lalu baca dalam hati…NIAT INGSUN MELIHAT ENERGI ILMU ARIES PRISDIANT…….lalu baca SHIDIQUL GHUYUB BISIRRULLOH sebanyak banyak nya dalam Hati….sampai nanti Ada Gambaran Tentang Energi Ilmu Saya….Atau NIAT BISA DI GANTI……NIAT INGSUN MELIHAT KEBERADAAN ARIES PRISDIANT….Maka Nanti Akan Ada gambaran tentang saya….apakah saya masih Hidup atau Sudah almarhum…..
PENGLIHATAN NANTI PASTI NAMPAK……TAPI TINGKAT KEAKURATAN TERGGANTUNG KETAJAMAN MATA BATIN ANDA…..KRN ITU LATIH TERUS…..KRN SAAT MELATIH ILMU TSB…..SAAT ITULAH KITA BENAR BENAR MENDEKAT MENUJU ALLOH.

Ke tiga tiganya Ilmu Tersebut Termasuk Ilmu Allah……Krn Ketika Kita memohon kepada Allah utk Ilmu tsb secara otomatis Kita juga mendekat Kepada Allah…..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
((مَنْ قَرَأَ بِاْلآيـَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُوْرَةِ اْلبَقَرَةِ فِيْ لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ))
“Siapa saja membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah niscaya Allah Melindunginya dari segala gangguan” (HR. Al-Bukhari: 6/323).

D. Setiap ayat dalam Al-Qur`an adalah penawar dan obat yang sangat ampuh bagi segala penyakit.
Setiap ayat yang menyebutkan janji Allah, baik yang berupa keni`matan atau siksaan, juga ayat yang membahas tentang neraka, dan ayat yang membahas tentang Jin dan syetan, semua ayat seperti ini adalah pengusir sangat ampuh bagi jin-jin dan syetan-syetan -dengan izin Allah- setiap kita membacanya. Dan keampuhannya semakin hebat terutama saat Jin tadi merasuki tubuh seorang manusia, ayat-ayat itu seperti:
1.     Empat ayat pertama dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat
1 – 4 yang berbunyi:
الم(1)ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2)الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3)وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(4)
1.     Dua ayat pada pertengahan Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 163 sampai dengan 164.
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(163)إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ(164)
1.     Ayat kursi dan dua ayat setelahnya, yaitu ayat 255 sampai dengan 257 dalam Surat Al-Baqarah.
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ(255)لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ(256)اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ(257)
1.     Tiga ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 284 sampai dengan 286.
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(284)ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ(285)لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(286)
1.     Empat ayat pertama dari Surat Ali `Imran, yaitu ayat 1 sampai dengan 4.
الم(1)اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ(2)نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ(3)مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ(4)
1.     Ayat ke-18 dari Surat Ali `Imran.
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(18)
1.     Tiga ayat dalam Surat Al-A`raf, yaitu ayat 54 sampai dengan 56.
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ(54)ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ(55)وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ(56)
1.     Empat ayat terakhir dari Surat Al-Mu`minun, ayat 115, 116, 117, dan 118.
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ(115)فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ(116)وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ(117)وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ(118)
1.     Ayat ke-3 dari Surat Al-Jinn.
)وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا(3)(
1.     Sepuluh ayat pertama dari Surat ash-Shaaffat, ayat 1 sampai dengan 10.
)وَالصَّافَّاتِ صَفًّا(1)فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا(2)فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا(3)إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ(4)رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ(5)إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ(6)وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ(7)لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ(8)دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ(9) إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ(10)(
1.     Empat ayat terakhir dari Surat Al-Hasyr, ayat 21 – 24.
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ(21)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)
1.     Empat ayat dalam Surat Ar-Rahman, yaitu ayat 31, 32, 33, dan 34.
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلَانِ(31)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ(32)يَامَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ(33)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ(34)
1.     Dua ayat terakhir dari Surat Al-Qalam, yaitu ayat 51
dan 52.
وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ(51)وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ(52)
Wahai saudaraku! Siapapun yang pernah mencoba ruqyah dengan Surat dan ayat-ayat di atas, pasti mengakui betapa ampuh dan hebatnya Al-Qur`an dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan penyakit-penyakit seperti kanker, kemandulan, dan lain sebagainya yang para dokter sudah menyerah kalah sekalipun Al-Qur`an tetap bisa mengatasinya.
Al-Qur`an adalah senjata yang sangat ampuh, sedangkan penyakit-penyakit yang ada, sangat ganas dan hebat pula. Jadi dalam mengatasinya kita harus menggunakan senjata yang juga ampuh untuk menandinginya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“فَمَنْ لَمْ يَشْفِهِ اْلقُرْآنُ فَلاَ شَفَاهُ اللَّهُ، وَمَنْ لَمْ يَكْفِهِ فَلاَ كَفَاهُ اللهُ“
“Barangsiapa tidak bisa disembuhkan dengan Al-Qur`an, maka selamanya Allah tak akan Menyembuhkannya. Demikian pula siapapun yang tidak bisa dilindungi dengan Al-Qur`an, selamanya Allah tidak akan Melindunginya.”
Beliau juga berkata:
“لَقَدْ مَرَّ بِيْ وَقْتٌ فِيْ مَكَّةَ سَقَمْتُ فِيْهِ، وَلاَ أَجِدُ طَبِيْباً وَلاَ دَوَاءً، فَكُنْتُ أُعَالِجُ نَفْسِيْ بِاْلفَاتِحَةِ، فَأَرَى لَهُ تَـأْثِيْرًا عَجِيْباً، آخُذُ شُرْبَةً مِنْ ماَءِ زَمْزَمَ وَأَقْرَأُهَا عَلَيْهاَ مِرَارًا ثُمَّ أَشْرَبُهُ، فَوَجَدْتُ اْلبُرْءَ التَّامَّ. ثُمَّ صِرْتُ أَعْتَمِدُ ذَلِكَ عِنْدَ كَثِيْرٍ مِنَ اْلأَوْجاَعِ فَأَنْتَفِعُ بِهِ غَايَةَ اْلاِنْتِفَاعِ، فَكُنْتُ أَصِفُ ذَلِكَ لِمَنْ يَشْتَكِيْ أَلَمًا فَكاَنَ كَثِيْرٌ مِنْهُمْ يَبْرَأُ سَرِيْعاً“.
“Pernah pada suatu ketika, saat berada di kota Makkah, saya terjangkit penyakit yang sangat menakutkan. Saya tidak mendapati seorang dokter atau obat sekalipun, lalu saya berusaha mengobati penyakit ini dengan Surat Al-Fatihah. Sungguh! Khasiyatnya luar biasa, waktu itu saya mengambil seteguk air zamzam, saya membaca Surat Al-Fatihah berulang-ulang padanya. Setelah itu saya minum dan langsung sembuh total. Sejak saat itu setiap terjangkit penyakit apapun, saya langsung menggunakan teori yang sama, dan semua penyakit bisa teratasi dengan sempurna. Sehingga setiap orang yang datang kepada saya mengadukan penyakit apapun, saya memberikan padanya resep tadi, dan semuanya bisa sembuh dengan cepat dari penyakit yang dideritanya”.
Disarikan dari عِلاَجُ اْلأمْرَاضِ بِاْلقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ `Ilaaju Al-Amroodhi Bi Al-Qur`aani Wa As-Sunnah, karya Abu Anas Abdul Majid Bin Abdul Aziz Az-Zahim, dimuroja’ah oleh Abdul Muhsin Bin Nashir Al-Ubaikan, Maktabah Daar Al-Arqam, Al-Qashim, Cet. 1414 H/199

Translate